Rkvartir

Tips Dan Trik Travel Indonesia
Artikel

Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan

 

 Kemarau panjang tak hanya menjadikan kesulitan air higienis di wilayah Gunungkidul selatan Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan

Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan – Kemarau panjang tak hanya menjadikan kesulitan air higienis di wilayah Gunungkidul selatan.� Harga hijauan Makanan Ternak (HMT) terus merangkak naik. Hal ini terbukti dengan� satu ikat berisi lima hingga enam batang jagung di Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari harganya� Rp 5 ribu. Atau satu batang jagung dalam ikatan tertentu Rp 1 ribu. Itupun persediaannya tidak selalu ada. Ribuan ternak kesulitan mendapat makanan.

Oleh lantaran itu, kebanyakan peternak menentukan untuk membeli jerami satu rit seharga Rp 700 ribu untuk pakan ternak mereka. Pakan jerami lebih murah dibanding batang jagung. Seekor sapi� membutuhkan minimal 4 ikat batang jaung atau setara dengan Rp 20 ribu. Jumlah tersebut belum memadai, lantaran masih harus ditambah jerami dan limbah pertanian yang lain. Sementara, untuk satu rit jerami sanggup mencukupi kebutuhan seekor sapi sekitar satu bulan. Meski demikian petani tidak tega hanya menawarkan pakan jerami saja.

 Kemarau panjang tak hanya menjadikan kesulitan air higienis di wilayah Gunungkidul selatan Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan

Masalah lain, tidak tersedianya air untuk memandikan ternak.�Jangankan untuk mandi ternak, untuk minum ternak saja harus membeli dari pedagang air.

Satu tangki air di Hargosari harganya sekitar Rp110 ribu. Tempo dulu, dikala telaga masih digenangi air, peternak memandikan sapi ke telaga. Sejak banyak telaga direhap, kini justru tidak ada telaga yang bisa menyimpan air di kemarau panjang.

Sementara belum diperoleh konfirmasi usaha-usaha yang dilakukan Dinas Peternakan Gunungkidul. Semua pejabat belum sanggup dihubungi. Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ir Suseno Budi Sulistyanto, mengaku sedang ada program dinas di Surabaya.