Rkvartir

Tips Dan Trik Travel Indonesia
Artikel

Padukuhan Jelok, Taman Primadona Srikaya Di Gedangsari

 Taman Primadona Srikaya di Gedangsari�  Padukuhan Jelok, Taman Primadona Srikaya di Gedangsari

Padukuhan Jelok, Taman Primadona Srikaya di Gedangsari� – Jelok Gedangsari, Gunungkidul sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pedagang, dan petani buah disamping itu juga bekerja pada bidang lainnya menyerupai tukang kayu, tukang batu, buruh, peternak, pengusaha angkutan, �pekerja swasta. Penduduk di wilayah Jelok populer giat dan produktif serta gigih dalam mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Disaat pergi meninggalkan rumahnya warga selalu membawa barang yang dapat dijual di wilayah Klaten menyerupai kayu bakar, buah-buahan. Dan disaat pulang mereka rajin membawa jerami atau rumput sebagai masakan ternak mereka.

Produk Unggulan Padukuhan Jelok Yakni Buah Srikaya

Masyarakat di tempat ini populer sebagai petani buah srikaya. Hampir setiap penduduk memiiki kebun srikaya di ladang atau tanah pekarangan. Budidaya srikaya di tempat ini boleh dikatakan sebagai penghasilan terbesar pada waktu panen. Srikaya di tempat ini oleh warga memang di rawat sebagaimana layaknya sebuah perkebunan. Setiap waktu srikaya disiangi semoga higienis dari rumput yang mengganggu kesuburan tanaman srikaya.

Tak lupa petani selalu memupuk tanaman buahnya semoga selalu subur dan tak lupa menyemprot semoga terhindar dari hama tanaman serta dikala mulai berbunga disemprot dengan perangsang buah semoga akibatnya memuaskan.

Sebagai tanaman primadona srikaya dari tempat Jelok memang populer mempunyai keistimewaan, ialah isi buahnya (nyamplung) besar-besar dan rasanya lebih anggun dibanding srikaya dari tempat lain. Pada waktu musim panen srikaya dari padukuhan Jelok dijual ke tempat Wedi, Klaten, Gantiwarno, Prambahan, Jogjakarta dan Solo bahkan kedaerah yang lebih jauh. Pemasaran buah srikaya biasanya dipasarkan oleh para pedagang lokal dari warga setempat, baik dipasarkan dengan memakai sepeda motor atau mobil, tetapi kadang pedagang dari luarpun sering banyak yang tiba ke tempat ini untuk membeli secara eksklusif kepada petani.

Pada waktu panen biasanya untuk satu padukuhan dapat menghasilkan srikaya hingga ratusan kilogram atau kwintal di setiap harinya. Disamping ditanami buah srikaya masyarakat di tempat ini juga menanami kebun atau ladangnya dengan tanaman kayu jati, akasia, mahoni, sengon, kelapa,� bambu, pohon mangga, srikaya, nangka, jambu dan sebagainya.