Rkvartir

Tips Dan Trik Travel Indonesia
Artikel

Tradisi Megengan Sambut Ramadan Oleh Warga Gunungkidul

Tradisi Megengan Sambut bulan puasa Oleh Warga Gunungkidul Tradisi Megengan Sambut bulan puasa Oleh Warga Gunungkidul

Tradisi Megengan Sambut bulan puasa Oleh Warga Gunungkidul – Bulan Ramadhan yaitu tamu yang dinanti-nantikan kehadirannya oleh seluruh kaum muslimin, dari semua golongan dan status sosial masyarakat. Dalam agama Islam, memang bulan suci ini sangat ditunggu kedatangannya ibarat ungkapan “Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban yaa Syahra Shiyam, Marhaban yaa Syahralquran, Marhaban yaa Sayyidassyuhur”, dan aneka macam ucapan lainnya yang mengekspresikan penghormatan dan kegembiraan.

Segala macam persiapan, kebiasaan, tradisi, adat, dan tata upacara dilakukan segenap lapisan masyarakat, terlepas dari benar tidaknya kebiasaan tersebut berdasarkan syariat Islam. Namun, sepertinya masyarakat (awam) sudah menganggapnya sebagai hal lumrah, lazim dan biasa, yang terjadi berulang kali setiap tahun, khususnya menjelang masuk bulan puasa.

Hal ini agaknya dapat dimaklumi, alasannya secara historis, masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia diwarnai oleh akulturasi aneka macam macam budaya dan agama-agama yang sudah ada di Nusantara sebelum masuknya Islam pada kurun ke-13. Dengan fakta dan kondisi ibarat ini, mau tak mau, eksklusif atau tak eksklusif “tradisi keberislaman” masyarakat Indonesia sangat kental diwarnai oleh budaya di mana Islam itu disebarkan. Semua itu tak dapat dipisahkan dari perkembangan sejarah dan budaya masyarakat semenjak masuknya aneka macam agama di Indonesia.

Di beberapa tempat di Jawa Timur dan Jawa Tengah bab Selatan Juga di Gunungkidul Yogyakarta dikenal luas tradisi megengan, yaitu kendurian dengan memotong ayam atau kambing sehari sebelum masuk bulan Ramadhan dengan tujuan bersyukur kepada Allah SWT dan sedekah kepada kaum fakir miskin.