Rkvartir

Tips Dan Trik Travel Indonesia
Artikel

Wedus Prucul Dolanan Tradisional Anak Gunungkidul Jaman Dulu

Wedus Prucul Dolanan Tradisional Anak Gunungkidul Jaman Dulu – Dolanan wedhus prucul yaitu salah satu bentuk permainan anak tradisional masyarakat Jawa yang agak berbeda dengan permainan lainnya. Permainan ini, biasanya membutuhkan anak yang dadi untuk dapat mencapai in trans atau kerasukan. Maka dolanan ini lebih sering dimainkan oleh anak pria daripada anak perempuan. Usia anak yang bermain pun juga sudah harus tanggung, sekitar 10�14 tahun.

Memang tidak semua kawasan mengenal permainan wedus prucul ini, namun setidaknya dikenal oleh belum dewasa dari sebagian kawasan di Gunung Kidul dan Dlingo, Bantul. Permainan ini dikenal oleh belum dewasa dari kedua kawasan yang masuk kawasan pegunungan sekitar tahun 1980-an atau sebelumnya. Mungkin belum dewasa kini sudah jarang mengenalnya lantaran sudah terpengaruh tontonan televisi. Namun tentu orang bau tanah mereka masih mengenalnya.

Sejarah dan Cara Bermain Wedus Prucul

Dilihat dari nama dolanannya, wedhus berarti kambing dan prucul berati tanpa tanduk. Memang permainan ini seperti menggambarkan seekor anak kambing (Jawa: cempe) yang berkeliaran ke sana-kemari dengan bebasnya. Jadi, anak yang dadi dalam dolanan ini digambarkan ibarat wedhus prucul yang bebas berlari ke sana kemari. Itulah sebabnya, dolanan ini disebut wedhus prucul.

Dolanan ini biasa dilakukan pada waktu pagi atau siang hari di waktu-waktu senggang. Biasanya tempat bermain di lapangan atau di halaman kebun yang cukup luas. Dolanan ini membutuhkan 4 pemain, sementara belum dewasa lainnya dapat menjadi penonton. Empat anak yang bermain wedhus prucul, salah satunya bertugas menjadi pemain dadi. Yang menjadi pemain dadi, biasanya dengan cara kesadaran atas kemauan sendiri. Sementara tiga pemain lainnya bertugas memegang kepala, dan kedua tangan pemain dadi. Dolanan ini tidak membutuhkan alat permainan kecuali sebuah lagu dengan syair sederhana, ibarat berikut: //Dhus, wedhus prucul/ ja dadi dadi Paino (nama anak yang jadi)